Minggu, 27 November 2011

BATU WULUNG | Batu Akik Khas BETAWI



Batu alam atau yang lebih dikenal dengan sebutan batu akik, merupakan salah satu potensi alam yang dimiliki nusantara ini. Tidak jarang, pemberian nama batu akik diambil dari nama daerah di mana batu tersebut berasal. Lantas bagaimanakah dengan Jakarta? Apakah Jakarta yang notabene ibu kota negara juga memiliki batu akik asli?
Ya, seperti halnya daerah lain, Jakarta juga memiliki sebuah batu akik yang keberadaannya telah ada sejak ratusan tahun lalu dan menjadi ciri khas batu akik asal tanah Betawi. Batu akik tersebut dikenal dengan sebutan batu wulung. Konon, menurut legendanya, batuyang pertama kali ditemukan di daerah aliran Kali Cibeet, Bekasi, ini ditenggarai juga memiliki kekuatan ghaib yang dapat berfungsi sebagai pelindung diri atau memiliki khasiat kekebalan tubuh.
Ciri fisik batu wulung yang paling menonjol adalah, warnanya yang hitam namun tidak berkilau. Bentuknya, cenderung bulat dan keras seperti layaknya batu kali biasa. Begitupula jika dilihat secara sepintas, batu wulung tidak memancarkan keindahan bila dibandingkan dengan batu mulia atau batu pancawarna. Namun, di sisi lain banyak kalangan yang meyakini, batu wulung memiliki kelebihan dalam hal kekuatan mistis.
Salah seorang kolektor benda-benda antik dan sejarah, Azis Munandar, mengemukakan, khasiat yang terkandung dalam batu wulung tidaklah sebanding dengan bentuknya. Meski bentuknya sederhana dan jauh dari kesan keindahan, tapi harga batu wulung bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah lantaran khasiatnya.
Batu wulung, jelas Azis, telah digunakan sejak ratusan tahun silam oleh para jagoan alias jawara Betawi sebagai jimat terutama untuk menghadapi musuh. “Centeng atau mandor banyak yang menggunakan batu wulung karena diyakini punya kelebihan untuk dijadikan tameng ataupun berkhasiat sebagai anti bacok dan anti peluru orang Belanda,” ujar Azis kepada beritajakarta.com , Senin (3/5).
Dalam penggunaannya, batu wulung selalu dibentuk atau diikatkan pada sebuah cincin dengan menempatkan batu wulung sebagai matanya. Menurut kebiasaan, cincin bermatakan batu wulung dikenakan pada jari manis. Tapi tak jarang batu wulung juga dibungkus dalam sebuah kain yang kemudian diikatkan dan dijadikan satu dengan pakaian ataupun pada sabuk yang berfungsi sebagai jimat.
Azis menambahkan, untuk memiliki batu ini dulu para jawara atau jagoan Betawi mendapatkan warisan dari keturunan atau melalui proses ritual secara ghaib sehingga batu tersebut keluar dari dalam tanah.
Selain sebagai benda bertuah dan memiliki kekuatan kebal terhadap senjata, batu wulung juga memiliki kekuatan komplek seperti memikat hati wanita, menangkis atau menolak santet, menambah kewibawaan pemilik, membuat pimpinan supaya lebih sayang bawahan atau sebaliknya, memudahkan segala urusan, dan bisa juga sebagai anti cukur.
Azis menambahkan, selain batu wulung beberapa batu alam atau akik yang menjadi bagian dari peninggalan adat Betawi adalah, batu pandan nanas, batu pandan sutra, jenis ati ayam, dan badar asem. Beberapa jenis batu akik tersebut, sambung Azis, memiliki kekuatan mistis yang berbeda. Bahkan jika batu tersebut asli, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
”Contohnya pandan sutra memiliki khasiat sebagai kharismatik dagang. Pandan sutra dan badar asem jugabanyak digunakan sebagai kewibawaan, sementara itu ati ayam juga dapat sebagai penangkal bala dan kekebalan,” kata pria yang bermukim di Kelapagading,Jakarta Utara ini.
Menurut Azis, penggunaan batu akik di kalangan masyarakat Betawi sudah dilakukan sebelum zaman pendudukan Belanda menginjak kakinya di ranah Betawi. Dulu pada umumnya, ungkap Azis, batu akik digunakan oleh kalangan alim ulama, saudagar, pedagang, jawara, dan juga para bangsawan. Khusus ulama, selain menggunakan batu lokal, juga menggunakan batu Timur Tengah yakni virus Abdul Rodjak.

Pusat Batu AJI di Jakarta ( JAKARTA GEMS CENTER ) JGC



Warga ibu kota agaknya harus berbangga diri. Selain sebagai kota metropolitan dan ibu kota negara, ternyata Jakarta juga memiliki pusat batu permata yangterletak di Jakarta Gems Center (JGC) Rawabening, Jatinegara, Jakarta Timur. Yang membanggakan, JakartaGems Center ini merupakan salah satu pusat penjualan batu permata terbesar di Asia Tenggara setelah Gems Tower Building di Thailand.
Pusat batu permata di JGC Rawabening ini layak mendapatkan predikat sebagai pasar batu permata di Asia Tenggara. Sebab jumlah pedagang batu permata ditempat tersebut mencapai ribuan pedagang, yang menawarkan aneka ragam batu alam lokal dari pelosokdaerah di Indonesia. Jumlah barang yang ditawarkan pun mencapai ratusan jenis batu alam yang ada di nusantara.
Meski baru akan diresmikian pada 12 Mei 2010 mendatang, namun geliat penjualan batu permata di JGC ini sudah mulai marak sejak tiga bulan silam. Tepatnya setelah gedung Jakarta Gems Center di Rawabening berdiri. Tak hanya penjualan, proses pemotongan, gosok, hingga finishing, dilakukan di JGC Rawabening.
Muhammad Chamami Aziz, salah satu pedagang batu permata yang juga koordinator pedagang binaan batu permata mengaku, di JGC Rawabening ini terdapat kurang lebih ribuan pedagang batu alam. Namun kini, lanjut pria yang akrab disapa Aziz, hanya terdapat 541 pedagang batu yang sudah terdaftar sebagai pedagangtetap di JGC Rawabening.
Selain beragam batu alam dengan berbagai jenis dan bentuknya, di JGC Rawabening juga dijual benda-benda yang menurut masyarakat tradisional bertuah. Seperti keris, akar-akaran, dan fosil yang telah berumur hingga ratusan tahun silam. Keunikan benda-benda yang ditawarkan inilah yang menyedot perhatian pecinta batu alam untuk berburu di tempat ini.
“Dibukanya JGC Rawabening ini memang tak lepas darisejarah yang dilalui para pedagang batu alam atau permata. Pedagang nggak asal nempatin, tetapi juga memiliki perjalanan sejarah untuk bisa seperti ini,” ujar Aziz kepada beritajakarta.com , Jumat (30/4).
Aziz berkisah, pada tahun 1980-an, JGC hanyalah sebuahpasar umum di mana sekitar 20-an pedagang batu alam hanya menempati lahan parkir yang disediakan. Namun lambat laun tempat tersebut menjadi pusat penjualan batu permata di Jakarta. Terbukti setiap harinya tempat itu selalu dikunjungi banyak orang, baik dari dalam maupun luar Jakarta. Maka pada tahun 1990-an kondisinya pun mulai berkembang.
Karena keberadaan para pedagang batu di Rawabeningmulai dibutuhkan, maka pada tahun 2005, para pedagang batu menuntut dibentuknya sebuah wadah asosiasi bagi para pedagang batu di Rawabening. Hingga akhirnya dibangun sebuah pusat perdagangan batu permata dengan nama Jakarta Gems Center (JGC) Rawabening.
Sejak selesai pembangunan pada awal tahun 2010, keberadaan JGC Rawabening mendapat sorotan dari penggila batu alam atau batu permata. Berbagai batu permata yang ada di seluruh daerah di nusantara berpusat di JGC Rawabening, termasuk daerah Garut hingga dari kepulauan Bacan, Halmahera, Maluku utara yang menjadi inspirasi nama batu, yakni Batu Garut dan Batu Bacan.
Azis berharap, sebagai pusat penjualan batu alam dan permata, pemerintah dapat turun tangan langsung dalam membantu para pedagang. Seperti proses indutri, mulai pemotongan hingga penggosokan batu yang masih menggunakan mesin manual dapat beralih ke mesin yang lebih modern. “Menggunakan mesin manual proses produksi hanya selama 1 jam, jika dengan alat modern pasti bisa lebih cepat,” jelas Aziz.
Sedangkan menurut Junaidi, Koordinator Asosiasi Pengrajin Usahawan Batu Aji, Permata, Cincin dan AnekaKerajinan atau Puspacakra, mengaku bahwa batu-batuan Indonesia di kalangan international sering disebut batu aji. Jenis batu ini bersumber dari daerah yang berada di ujung pulau Sumatera sampai Jayapura. Hanya saja karena pengaruh pengolahan yang belum maksimal, membuat batu daerah seakan tidak berharga.
Menurutnya, JGC Raawabening hadir sebagai media dimana proses mengumpulkan potensi alam yang tak ternilai harganya, serta proses pembentukan batu alamagar menjadi lebih berharga. Tak hanya itu, dari sudut ekonomi, usaha perdagangan batu alam ini bersifat padat karya.
“Mulai proses pengangkutan dari alam, pemotongan, penggosokan, hingga pemasarannya membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman. Dari sinilah mengapa kita sebut usaha ini sebagai usaha padat karya. Jika pemerintah bisa memanfaatkan kondisi ini maka berapa orang yang dapat bekerja dan terhindar dari pengangguran,” ungkap Junaidi.
Junaidi juga menjelaskan, batu yang dihasilkan dari daerah Indonesia bernilai seni tinggi dan tak ternilai harganya. Seperti batu Garut harganya mencapai Rp 2 juta, batu Pancawarna harganya berkisar 25 ribu dolar AS, batu Bacan yang kini tengah digandrungi pecinta batu Aji harganya antara Rp 2-10 juta. “Orang Eropa lebih suka batu natural dan kaya warna seperti jenis Pancawarna," kata Junaidi.

MASJID AL-MAKMUR Saksi Sejarah Islam di Jakarta



Tidak salah jika baru-baru ini Jakarta ditetapkan sebagaipusat kebudaayaan Islam di Asia berdasarkan kesepakatan pertemuan menteri-menteri pariwisata negara peserta Organisasi Konferensi Islam (OKI). Sebab, selain memiliki masyarakat yang agamis dan menjunjung tinggi toleransi, Jakarta juga memiliki banyak tempat-tempat bersejarah yang menjadi saksi perkembangan kebudayaan dan agama Islam.

Salah satunya, Masjid Al-Makmur yang berlokasi di Jl KH Mas Mansyur, Tanahabang, Jakarta Pusat. Bahkan, walaupun kini masjid itu dikelilingi pusat perdagangan terbesar di Asia Tenggara, namun aktivitas keagamaan di masjid yang dibangun pada 1704 oleh para keturunan bangsawan Kerajaan Islam Mataram pimpinan KH Muhammad Asyuro ini, tak mau kalah dengan kesibukan di sekitarnya dan tetap aktif mensyiarkan ajaran Islam.

Pengurus Masjid Al-Makmur, Nizar Misbachsanusi, menceritakan sejarah masjid yang cukup tersohor di Jakarta itu terjadi ketika Sultan Agung dua kali menyerang kota Batavia, yaitu pada tahun 1618 dan 1619. Walalupun mengalami kegagalan, namun para bangsawan Mataram merupakan juru dakwah yang handal. Di antara mereka justru tidak kembali ke daerahasalnya, melainkan menetap di Jakarta dengan menjadi dai yang menyebarkan ajaran agama Islam dan membangun sejumlah masjid.
Sebelum megah seperti saat ini, awalnya Masjid Al-Makmur hanyalah sebuah mushala berukuran 12x8 meter persegi. Namun pada tahun 1915, bangunan masjid kemudian diperluas oleh Habib Abu Bakar Alhabsyi, yang merupakan salah seorang pendiri rumahyatim piatu Daarul Aitam yang berlokasi di jalan yang sama.
Luas masjid pun bertambah menjadi 1.142 meter persegi, ketika Habib Abubakar memberikan tanah sebagai wakaf. Kemudian di tahun 1932, bangunan masjid diperluas lagi berkat tanah wakaf Salim Bin Muhammad bin Thalib, yang kemudian terus berkembang pada tahun 1953 dengan diperluas kembali hingga luas masjid yang telah berusia lebih daritiga abad ini menjadi 2.175 meter persegi.
Gaya bangunan masjid ini menyerupai arsitektur masjid di Timur Tengah, namun dengan sentuhan yang cukup modern. Bangunan kubah utamanya berwarna hijau dan terlihat dari segala arah. Kesan klasik juga sangat terasa jika berada didalam masjid itu. Bentuk kusen pintu dan jendela bergaya arsitektur abad 17, menambah kesan mendalam jika masjid tersebut mempunyai nilai historis yang tinggi.
Di dalam lingkungan masjid ini memiliki tiga makam yang dikeramatkan, dan terlihat masih banyak warga yang berziarah ke makam tersebut. Sayangnya, kondisi masjid yang dapat menampung hingga 5.200 jamaah inisangat tidak kontras dengan lingkungan sekitarnya yang tampak kumuh dan semrawut. Banyak pedagang kaki lima yang mangkal di depan masjid dan memakan badan jalan. Kondisi itu diperparah dengan banyaknya kendaraan yang parkir di lokasi yang sama.
“Perkembangan bisnis di Tanahabang, mengakibatkanJalan KH Mas Mansyur dan sekitarnya seperti Kebon Kacang I sampai Kebon Kacang VI kini sudah berubah fungsi. Bahkan jika tak awas, lokasi masjid bisa luput dari pandangan mata,” jelas Nizar, Sabtu (23/7).
Akibat pengembangan jalan, kini Masjid Al-Makmur hanya menyisakan beranda depan yang merupakan teras atau halaman masjid dengan tiga gerbang berpilar ramping berbentuk kelopak melati dan lisplang dengan lima lubang angin serta dua menara berkubah kecil bergaya mercusuar di sisi kiri dan kanan bangunanutama. Sebenarnya, lokasi masjid tersebut sangat mudah dijangkau dari arah manapun. Namun karena hiruk pikuk aktivitas perniagaan di kawasan tersebut, banyak yang tidak mengetahui sejarah masjid tersebut.

Sabtu, 26 November 2011

Cek Tagihan PLN ONLINE





info billing / Cek tagihan PLN kini semakin mudah , Anda dapat mengunjungi situs PLN langsung .
http://202.162.217.251/info_billing/index.php
Atau Silahkan Klik DISINI

Cek Tagihan listrik PLN On-Line . Caranya sangat mudah, hanya dengan memasukkan 12 Digit ID Pelanggan PLN, anda dapat mengetahui besar Tagihan Listrik anda

GRIYA INDOSAT DI JAKARTA

GRIYA INDOSAT DI JAKARTA

Griya
Indosat di Jabotabek & Serang




























Kota DealerAlamat
CibuburPT. Multi Media
Selular
Jl. Alternartif Cibubur, Cileungsi KM 4, Ruko Citra Grand, Blk R3 No.2
Jakarta Timur
Cikarang (Online)PT. Nusapro Telemedia MandiriCikarang Trade Center Unit 888
J, Jl. Raya Cibarusah - Cikarang
Transisi CikarangPT. Nusapro
Telemedia Mandiri
Cikarang Trade Center
Unit 888 J, Jl. Raya Cibarusah -
Cikarang
CijantungPT. TrikomselJl. Raya Bogor Km. 24
Cijantung Jakarta Timur
Kebon Jeruk
(Online)
PT. Nusapro
Telemedia
Ruko Graha
Kencana No 88 E/F Jl. Raya Perjuangan
Kebon Jeruk Jakarta 11530
Kemang (Online)
PT. Tri Tunggal
Sentosa
Gd. Kemang Point
Lt.Dasar Unit E. Jl.Kemang Raya No.3 Jaksel
17230
Roxy MasPT. Tri Tunggal
Sentosa
ITC Roxy Mas Lt. Dasar No.37, Jl. K.H. Hasyim Ashari,
Jakarta Pusat
PluitPT. EazyLoadRuko Mega Mall Pluit
No.31, Jakarta Barat
Mangga Dua Square PT. Multi Media
Selular
Mangga Dua Square
Lt.3 (sebelah Big Shop Area Food Court)
Cipondoh (Online)
PT. Dian KencanaJl. Jend. Sudirman Blok
BR No.3 Cipondoh Komp. Ruko Modern Land
Tangerang
CipanasPT. Dian KencanaRuko Tenas Tembang,
Jl. Cipanas Raya No.39 Cipanas Bogor
RangkasbitungPT. Nusapro
Telemedia
Rangkas Bitung Indah Plaza No. A1. Jl. Tumenggung Hardi
Winangun

Alamat GALERI INDOSAT Jabodetabek dan Banten

Area Jabodetabek & Banten
Galeri Indosat di Jakarta, Bogor,
Depok, Tangerang dan Banten





















CabangLokasiAlamat
Jakarta Timur dan SelatanRawamangunJl. Raya Pemuda no 297 Ruko C dan D Rawamangun Jaktim
Metropolitan Mall / MMJl. KH. Noer Ali
KarawangMall Matahari Ruko No.08, Jl. Ahmad Yani - Karawang
AmbasadorMall Ambasador, Ruko No. 17, Jl. Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan
Pondok IndahRuko Plaza 5 Pondok Indah BL A-5, Jl. Margaguna - Pondok Indah, Jakarta Selatan
Artha GrahaGedung AG Lt Dasar , Jl. Jend Sudirman Kav 52 - 53
BantenKarawaci TangerangRuko Pinangsia Blok L7 Jl. Pintu Besar Selatan, Karawaci Office Park
BintaroRuko Graha Marcella No.1 (Depan Bintaro Plaza), Jl. Bintaro Utama Sektor 3A Tanggerang
BSD SerpongRuko Royal Viilage WTC Matahari Serpong No.5823, Jl. Raya Serpong - BSD - Tangerang
CilegonJl. Jend. Achmad Yani KM.2 No.135 Sukmajaya, Cilegon Banten
SerangRuko Kepandean Jl. Raya Cilegon 75 E & F Serang, Banten
Jakarta Pusat, Utara, dan BaratKelapa Gading
Jl. Boulevard Raya LA 6 no. 32-33 Kelapa Gading Permai Jakarta Timur Kode POS: 14240
RoxyKomp Perniagaan Roxy Mas Blok C2 No 3, Jl. Hasyim Asyari Jakarta, 10150
SarinahLobby Selatan Gedung Sarinah, Jl. MH. Thamrin No. 11 Jakarta Pusat 10350
KPPTIPodium Depan Lt. Dasar Jl. Medan Merdeka Barat no.21, Jakarta Pusat
Mangga duaRuko Mall Mangga Dua Mall RM 09, Jl. Mangga Dua Raya - Mangga Dua Jakarta Pusat
DepokDepokRuko Pesona Kayangan Blok 5, Jl. Margonda Raya No. 45, Depok
BogorBogorJl. Padjajaran No. 99 - 99A